Tanaman Pembersih Udara. Lidah mertua, peace lily, sirih gading, spider plant, dan lidah buaya termasuk tanaman yang sering dipilih untuk menghijaukan kamar sekaligus dikaitkan dengan kemampuan menyerap senyawa tertentu dari udara.

Kalau kamu sedang mencari tanaman pembersih udara terbaik, jangan hanya melihat daftar polutan yang sering disebut. Perhatikan juga cahaya yang masuk ke kamar, ruang untuk menaruh pot, serta waktu yang kamu punya untuk merawatnya.

Meski begitu, kemampuan tanaman mengurangi senyawa di udara memang ditemukan dalam penelitian terkontrol. Efek beberapa pot tanaman di rumah jauh lebih kecil dibanding kesan yang sering muncul dari istilah “air-purifying plant”.

5 Tanaman Pembersih Udara yang Bisa Dipilih

1. Lidah Mertua

Lidah mertua atau snake plant cocok buat kamu yang ingin tanaman dalam ruangan dengan bentuk tegak dan tidak banyak memakan ruang. Tanaman ini cukup tahan terhadap berbagai kondisi cahaya dan tidak perlu terlalu sering disiram.

Sansevieria sebagai houseplant yang mudah dirawat, tahan terhadap kondisi yang cukup kering, dan mampu tumbuh dalam kondisi cahaya terang hingga lebih teduh. Hindari penyiraman berlebihan karena akar lebih mudah bermasalah jika media terus basah.

2. Peace Lily

Kalau kamu ingin bunga pembersih udara yang juga punya tampilan dekoratif, peace lily bisa dipertimbangkan. Daun hijaunya berpadu dengan bagian putih yang menyerupai bunga. Tampilannya cocok untuk kamar atau sudut rumah yang ingin dibuat lebih hidup.

Peace lily menyukai cahaya terang yang tidak langsung. Media tanam bisa dibiarkan sedikit mengering sebelum disiram kembali agar tidak terlalu basah. Tanaman ini dapat bertahan di tempat yang lebih teduh, tetapi pertumbuhan dan bunganya biasanya berkurang.

3. Sirih Gading

Sirih gading atau golden pothos menarik untuk kamar dengan ruang lantai terbatas. Batangnya dapat dibiarkan menjuntai dari rak atau pot gantung, jadi kamu tidak harus menyediakan banyak ruang di bawah.

Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung, meski masih dapat tumbuh di tempat yang lebih teduh. Penyiraman sebaiknya dilakukan setelah media hampir kering karena kondisi terlalu basah dapat memicu masalah pada akar. Untuk perawatan tambahan, daunnya juga bisa dilap sesekali untuk membersihkan debu.

4. Spider Plant atau Lili Paris

Spider plant mempunyai daun panjang yang melengkung dan menghasilkan anakan pada batang yang menjuntai. Bentuk tersebut membuatnya cocok diletakkan di rak tinggi atau pot gantung.

Tanaman ini mudah dirawat dan dapat tumbuh dalam berbagai kondisi cahaya. Cahaya terang tidak langsung biasanya memberikan pertumbuhan yang lebih baik, sedangkan cahaya terlalu rendah dapat membuat pertumbuhannya melambat.

5. Lidah Buaya

Lidah buaya cocok untuk kamar atau area rumah yang mendapatkan cukup cahaya. Bentuknya ringkas sehingga mudah ditempatkan di berbagai sudut.

Kebutuhan airnya berbeda dari tanaman tropis berdaun lebar karena Aloe vera menyimpan air pada daunnya. Karena itu, hindari kebiasaan menyiram hanya karena permukaan media terlihat sedikit kering. Pastikan pot mempunyai drainase yang baik dan beri waktu media mengering sebelum penyiraman berikutnya.

Seberapa Efektif Tanaman Membersihkan Udara di Rumah?

Istilah tanaman pembersih udara berasal dari penelitian yang menunjukkan bahwa tanaman dapat mengurangi volatile organic compounds atau VOC tertentu dalam ruang uji tertutup. Masalahnya, ruang penelitian tersebut tidak sama dengan kamar yang mempunyai pintu, jendela, pertukaran udara, furnitur, dan sumber polutan lain.

Potted plants do not improve indoor air quality menemukan bahwa kemampuan satu tanaman pot dalam mengurangi VOC relatif kecil dibandingkan dengan pertukaran udara pada bangunan biasa. Perhitungannya menunjukkan bahwa untuk menyamai laju penghilangan VOC melalui pertukaran udara normal, jumlah tanaman yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar 10–1.000 tanaman per meter persegi.

Jadi, tanaman hias pembersih udara tetap menarik untuk dipelihara, tetapi jangan mengandalkan beberapa pot sebagai satu-satunya cara menjaga udara di kamar. EPA menempatkan pengurangan sumber polusi, ventilasi, serta filtrasi sebagai tiga strategi utama untuk kualitas udara dalam ruangan.

Cara Memilih Tanaman Pembersih Udara untuk Kamar

Mulailah dari kondisi kamar. Kalau cahaya terbatas dan kamu ingin tanaman yang tidak terlalu menuntut perawatan, lidah mertua bisa menjadi pilihan. Untuk rak atau pot gantung, sirih gading dan spider plant mudah ditempatkan tanpa memakan banyak ruang. Peace lily menarik bila kamu ingin menambahkan aksen putih dalam dekorasi, sedangkan lidah buaya lebih cocok untuk tempat yang terang.

Ukuran kamar juga perlu diperhitungkan. Hindari pot besar yang mempersempit jalur berjalan atau menghalangi cahaya dari jendela. Kalau ruang tidurmu terbatas, panduan cara menata kamar tidur sempit bisa membantu memanfaatkan ruang lantai dan penyimpanan.

Untuk menggabungkan tanaman dengan dekorasi tanpa membuat kamar terasa penuh, kamu juga bisa membaca panduan cara menata kamar agar indah dan rapi.

Bagaimana dengan Tanaman Hias Penghisap Asap Rokok?

Beberapa tanaman memang pernah diuji terhadap senyawa pencemar dalam kondisi laboratorium. Namun, itu tidak berarti tanaman pot dapat membuat ruangan yang terpapar asap rokok menjadi aman.

WHO menjelaskan bahwa ventilasi dan filtrasi pun tidak dapat menurunkan paparan secondhand smoke di dalam ruangan sampai tingkat yang dianggap aman. Karena itu, bila tujuanmu mengurangi paparan asap rokok, langkah utama adalah tidak merokok di dalam rumah.

Cara Merawat Tanaman Indoor agar Tetap Sehat

Sesuaikan penyiraman dengan jenis tanaman, bukan dengan satu jadwal yang sama untuk semua pot. Periksa kondisi media terlebih dahulu dan gunakan pot dengan drainase yang baik. Tanaman yang menyukai cahaya tidak langsung sebaiknya ditempatkan dekat sumber cahaya, tetapi tidak terkena matahari terik dalam waktu lama.

Daun yang berdebu dapat dilap dengan kain lembap bila diperlukan. Selain membuat tanaman terlihat lebih bersih, langkah ini membantu daun menerima cahaya dengan lebih baik.

1. Apakah tanaman pembersih udara aman untuk kucing dan anjing?

Tidak semuanya. Dari lima tanaman di atas, spider plant tercatat tidak beracun bagi kucing dan anjing, sedangkan lidah mertua, peace lily, sirih gading, dan lidah buaya dapat menimbulkan masalah bila tertelan.

2. Apakah aman menaruh tanaman di kamar tidur saat malam hari?

Ya, beberapa pot tanaman hias umumnya aman diletakkan di kamar saat kamu tidur. Tanaman memang melakukan respirasi, tetapi jumlah oksigen yang digunakan dan karbon dioksida yang dilepaskan pada malam hari terlalu kecil untuk menjadi masalah pada kondisi kamar normal.

3. Apakah tanaman indoor bisa hidup di kamar tanpa jendela?

Tanaman yang tahan cahaya rendah tetap membutuhkan cahaya untuk bertahan dalam jangka panjang. Kalau kamar tidak mendapat cahaya alami yang memadai, gunakan grow light agar tanaman tetap dapat melakukan fotosintesis dan tumbuh sehat.

4. Apakah tanaman indoor bisa diletakkan di kamar ber-AC?

Bisa, tetapi hindari menaruh tanaman tepat di jalur hembusan AC. Udara dingin dan kering yang mengenai tanaman secara langsung dapat membuat daun beberapa jenis tanaman lebih mudah mengering atau tanaman mengalami stres.

5. Apakah tanaman di kamar bisa memicu jamur atau alergi?

Bisa, terutama bila media tanam terus basah atau kelembapan ruangan terlalu tinggi. Kondisi ini dapat menjadi masalah bagi orang yang sensitif terhadap jamur atau serbuk sari. Hindari penyiraman berlebihan dan jaga sirkulasi serta kelembapan ruangan. EPA menyarankan kelembapan rumah di bawah 60 persen, idealnya sekitar 30–50 persen.

Kesimpulan

Lidah mertua, peace lily, sirih gading, spider plant, dan lidah buaya mempunyai karakter yang berbeda. Karena itu, pemilihan tanaman pembersih udara untuk dalam ruangan sebaiknya disesuaikan dengan cahaya, ukuran kamar, posisi pot, dan kebiasaan merawat tanaman.

Tanaman bisa membuat kamar terasa lebih hijau dan menarik. Penelitian juga menunjukkan bahwa beberapa spesies mampu mengurangi senyawa tertentu dalam kondisi terkontrol. Untuk menjaga kualitas udara di rumah, tetap utamakan pengurangan sumber polusi dan pertukaran udara yang baik.